Rabu, 05 Agustus 2009

Khalwat Virtual, wow!!!!! (dari fesbuk)

Seseorang bertanya kepadaku tentang Khalwat Virtual Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh Seseorang bertanya kepadaku tentang Khalwat Virtual Kita mengetahui bahwa khalwat adalah peristiwa berdua2an, -di suatu tempat yang sepi- -yg dilarang jika pelakukanya adalah dua org yang bukan mahram dari masing2x -. –dan tindakann2 di dalamnya tidak sesuai dengan syariah yg diperbolehkan oleh kedua orang tersebut- -maka kita sepakat bahwa khalwat seperti ini dilarang- Salah satu dalil penguat adalah: “Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya.” (Bukhori dan Muslim) " Namun hal ini di titik beratkan pada kehidupan realita –kehidupan nyata- Lalu bagaimana dengan halnya Chat, telefon ataupun sms-an yg berisi hal2x yg tidak sesuai dengan keadaan seseorang terhadap yg bukan halalnya? Apakah dibolehkan?. Karena saat ini teknologi makin canggih sehingga dapat membuat seseorg dapat berhubungan dari tempat yang jauh serasa dekat, seperti telefon, chatting, sms-sehingga tanpa disadari fenomena khalwat kadang terjadi diantara 2 org insan dengan mediator2x tersebut- Ada pendapat yg menyatakan bahwa hal2x tersebut bukanlah fenomena khalwat, lantaran lokasinya itu berjauhan, -karena letaknya berjauhan dan mediatornya adalah teknologi, Namun, bagi sebagian orang yg menanggapi miris tentang fenomena, telefon, chat maupun sms-an sebagai khalwat lantaran dari mereka menyimpulkan bahwa yg menjadi titik berat bukanlah “tempat” atau lokasinya yang berdekatan, melainkan kepada masalah “kedekatan seseorang” terhadap yg bukan mahramnya. Karena mediator komunikasinya teknologi, maka biasanya org mengatakan dengan "virtual", -dunia maya- dengan demikian, jika terjadinya fenomena berdua2xan (dalam rangka yg tidak seharusnya dilakukan oleh seorg manusia terhadap mahramnya) di jalur2x virtual, oleh karena itu keluarlah sebutan “virtual khalwat”. Jika sudah berdua2xan maka sudah sepatutnya orang2 yg beriman meninggalkannya, sesuai dengan dalil: Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad). Namun, ketika kita bisa menjaga diri untuk sedikit tertutup dengan yg bukan mahram kita, bukan berarti semua hubungan tertutup dan tindakan2 kita yg dilakukan kepada org lain menjadi tidak terkontrol(karena kita sudah memutuskan diri untuk menghindari –sehingga bersikap idealis-).Karena tolong menolong itu sangat dianjurkan kepada sesama muslim mengingat kita adalah makhluk sosial dan Allah, menciptakan kita adalah untuk ibadah, -dan tolong menolong juga merupakan ibadah :) maka tolonglah sahabat2xmu yg membutuhkan, Sesekali menanyakan kabar ataupun hal2x yg membuat seseorg lain tidak berfikir buruk kepada kita, Insya Allah, tak mengapa, karena tujuannya adalah silaturahmi :) Jika kita merealisasikan hal ini hanya sebatas wacana sangatlah susah mengingat tekadang wacana dapat diturunkan kadar pertimbangannya,- namun cara alternatif yg paling ampuh untuk merealisasikannya adalah, rasa malu, -ya rasa malu kepada Tuhannya yang Pencemburu(Subhanallah, sangking cintanya Allah kepada kita, hingga Dia dapat cemburu ketika kita "berpaling" hati kepada yg lain) mengingat bahwa rasa malu merupakan sebagian dari iman. Semoga Allah memaafkan segala kesalhanku jika aku bersalah Allahuma Amiin Alhaqqumirrabika ^^ Walahu Alam Bisyawab

2 komentar:

  1. aduh...jadi tringat kejadian yang hampir mmbuatku trjebak dalam lingkaran jebakan setan...thanks yah kak...

    BalasHapus
  2. Khalwat itu kan secara bahasa artinya "menyepi"; atau "mengasingkan diri". Jadi dalam khalwat itu tidak mesti harus ada 1 wanita dan 1 perempuan berduaan di tempat sepi maka jatuh pada hukum khalwat. Bahkan seorang laki-laki yang bertapa / menyepi di gua atau di tempat yang jauh dari keramaian sudah termasuk dalam istilah khalwat.

    Dalam konteks berdua-duaan seorang wanita dan laki-laki yang halal 1 sama lain di tempat sepi, maka hal ini haram karena jelas Rasulullah saw melarang perbuatan tsb KECUALI JIKA si perempuan ditemani mahramnya sesuai hadits :

    لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ

    “Jangan sekali-kali salah seorang kalian ber-khalwat dengan wanita KECUALI bersama mahram.” (HR. Bukhari dan Muslim)


    Maka dalam kasus ini khalwat antara seorang pria dan seorang wanita yang ditemani mahramnya hukumnya MUBAH/BOLEH.

    CMIIW

    BalasHapus

Jangan Lupa tinggalkan komentarnya yah.....