Kamis, 05 November 2009

DINI HARI

Makassar 05 November 2009 , 01:25 wita Sahabat, ketahuilah.. Tak selamanya wajah tersenyum tiap kali engkau temui itu berjalan di jalanan aspal yang mulus bahu tegar tempatmu bersandar dan melepaskan keluh kesah mampu bertahan dengan kekuatannya bahkan, tidak menutup kemungkinan… ia rapuh, dan membutuhkan topangan yang kuat KUAT KUAT Karena, ini kenyataan.. dia dan dirimu berbeda.... Insomnia insomnia insomnia… Mata belum terpejam sampai selesai menulis tulisan SAMPAH ini Diremtni murottal Syekh Musyari Rasyid, sambil murojaah hafalan Sekelumit pikiran bersatu menjadi Satu adonan utuh Rabb, rasanya tak kuat bahu ini menahan semuanya Ketika lingkungan mengharapkanku menjadi sosok yang lebih dewasa dari usia seharusnya Ketika dihadapkan dengan tanggung jawab sebagai tonggak keluarga saat ini Ketika celotehan orang-orang bertanya, "Sudah sarjana ya?? kapan selesei kuliahnya??" Berdiri dengan kondisi dilema… aaaggggggghhhhhhhhhh Hanya bisa menangis, CENGENG… dan menulis tulisan SAMPAH ini.. Mencari sosok yang bisa mengerti apa yang sedang kurasakan Tapi belum kutemukan yang pas, kecuali diriMu.. denganMU.. yaa PadaMU.. Sang Penguasa (ingat celetukan MR.ku “kayaknya memang butuh teman berbagi yang lebih dewasa lagi tuh dek”. hahahaha no comment untuk itu) Entah, apa ini jawaban dari istikharahku.. Dengan Azzam yang kuat, kulangkahkan kaki ini sebagai seoranga anak yang merasa bertanggung jawab terhadap keluarga Dengan konsekuensi siap menerima hasil pengrbanan dari apa-apa yang selama ini telah kujalani Berat.. memang berat, tapi mungkin ini yang terbaik Bahkan teman-temanku pun tak memahami keputusan ini Sudahlah, mungkin ini jalanku.. Karena kuyakin, semua akan indah pada waktunya Ada surprise yang Allah kan berikan (teringat kisah klasik orang-orang sukses, semoga saya bisa mengikuti jejak mereka) “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma’aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS Al-Baqarah:286) waktunya istirahat, sambil menunggu mata bengkak ini normal kembali semoga bangun dengan adzan subuh, mata ini bisa melek tubuh segar pekerjaan rumah menanti, ada syuro jam tujuh pagi dan kuliah stengah 8
masih dihari dan tempat yang sama, 02:15 wita ditutup dengan :
"Yaa ayyuhannafsul muthmainnah. 'Irji 'ii ilaaRabbiki raadhiyatanmmardliyyah. fadkhulii fii 'ibaadi . wad khulii jannatii " "wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan di ridhaiNya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKu. Dan masuklah ke dalam surga Ku" QA. Al Fajr: 27-30

2 komentar:

  1. sudah lama saia tidak merasakan insomnia...
    tpi biasax kLo insomnia..nuLisx lancar..*eh..y ga sey???* xixixixi..

    BalasHapus
  2. yuhu, kanda.. apapaun yg mau ditulis.. bisa ditulis....

    BalasHapus

Jangan Lupa tinggalkan komentarnya yah.....