Minggu, 01 Mei 2011

Virus-virus Ukhuwah **bag.1** Abu 'Ashim Hisyam bin Abdul Qadir Uqdah

Bismillahirrahmanirrahim.... setelah sekian lama tidak mengupdate blog, kali ini saya akan berbagi sesuatu dari buku yang telah saya baca... buku lama sih, tapi saya rasa tak ada salahnya untuk dibagi :D (ngotot).. Judul Bukunya adalah "Virus-virus Ukhuwwah" sesuai judul postingan kali ini, dan insyaAllah saya posting tidak sekaligus (menghindari kebosanan) tapi perbagian.. Virus-virus Ukhuwah Rasulullah SAW bersabda :“Bertakwalah kepada Allah dimana saja engkau berada. Ikuti-lah kejelekan itu dengan kebaikan, niscaya kebaikan tadi akan menghapus kejelekan, dan berakhlaklah kepada manusia dengan akhlak yang baik.” Seorang Badui (masyarakat pedalaman Arab/nomad) pernah ditanya: "Siapakah orang yang paling baik pergaulannya?" Ia menjawab: "Ia adalah orang yang jika dekat ingin memberi, jika berpisah memuji, jika disakiti memberi maaf, dan jika ditekan tetap lapang dada. Siapa yang mendapatkan orang seperti ini, maka dia telah beruntung dan sukses." Seorang dari suku Quraisy berkata: "Bergaullah dengan manusia sehingga jika engkau jauh, mereka merindukanmu, dan jika engkau mati, mereka menangisimu." (Abu Hayyan at-Tauhidi, al-Mukhtar minash-Shadaqah wash-Shadiq, hlm. 93. 19 ) Ini merupakan ungkapan yang amat berharga, membuka peluang seluas-luasnya untuk terus berpacu dan berijtihad dalam mencari sarana-sarana yang dapat merealisasikan pergaulan yang baik. Adapun pembahasan detail mengenai masalah ini mencakup aspek-aspek yang tidak terbatas selama masih dajam lingkup tema pergaulan yang baik. Sementara pembahasan berikut ini, mengenai virus-virus atau noda-noda perusak ukhuwah - yang harus kita hindari - tidak lebih dari upaya agar mampu mewujudkan pergaulan yang baik di antara kita. Untuk itu, kita mulai membahasnya secara detil.
TAHUKAH ENGKAU,
DIMANA IA BERSEMAYAM?1
tahukah engkau, di mana ia bersemayam?
dialah saudaramu...ke mana ia melangkah?
sanggupkah matamu memandangnya?
sedang matanya tak sanggup menatapmu?
saudaramu hidup laksana sejarah
berjalan beriringan mengikuti langkahmu
tanpa bahasa yang dapat menyapa
bercucur air mata jika bersua
jika bumi menghimpitnya
hanya hatimu tempal mengadu
engkau bermurah hati tanpa pamrih
memupus duka nestapa yang ia derita
engkau memikul beban bertl tanggungannya
ketika letih pilu merasuk kedua bahunya
jika bumi menghimpitnya
hanya hatimu tempat mengadu
engkau selimutkan tirai di sekujur tubuhnya
ketika syaitan datang memperdayanya
engkau tersenyum bangga dengan ranum buah akhindit
engkau bahagia pula dengan kesuburan
ladang dunia saudaramu
jika bumi menghimpitnya
hanya hatimu tempat mengadu
Saudara kita adalah seluruh Umat Islam dibelahan bumi manapun, persaudaraan kita adalah persaudaraan Islamiyyah, Satu keimanan, Satu Tuhan yaitu Allah SWT, Nabi Muhammad SAW panutan kita, persaudaraan kita adalah persaudaraan lintas teritorial, kita tidak mengenal batas negara, tidak mengenal ras, suku atau warna kulit. kita tidak mengenal paham nasionalisme yang telah memecah persaudaraan kita.
Musuh kita adalah orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-nya, yaitu mereka adalah orang-orang dari golongan Munafirun wal Musyrikun..
TAMAK AKAN KENIKMATAN DUNIA Mungkin Anda bertanya: adakah hubungan antara cinta yang terjalin antara dua insan, dengan sifat tamak akan kenikmatan dunia yang ada pada salah seorang di antara mereka atau keduanya? Secara pasti, jawabannya adalah: ya! Jika sifat tamak akan kenikmatan dunia dan ketertarikan dengan apa-apa yang dimiliki oleh kebanyakan orang, sebagai faktor dominan yang mendorongnya untuk membangun cinta dengan orang lain. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Berzuhudlah dari kenikmatan dunia, nescaya Allah akan mencintaimu, dan berzuhudlah dari apa-apa yang dimiliki oleh manusia, nescaya mereka mencintaimu. " Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan kurnia Rabb-mu adalah lebih baik dan lebih kekal" (Thaha [20]: 131). Banyak kasus dua orang sahabat yang saling mencintai dengan tulus sehingga masing-masing merasa berat untuk berpisah dari kawannya, tibatiba sikap mereka berubah ketika tergiur dengan gemerlap dunia dan berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Apa yang akan kita lakukanseandainya ada peluang rizki di mana kita dan saudara kita sama2 membutuhkan? Sering terjadi dua orang sahabat saling bersaing, saling jegal demi mendapatkan satu pekerjaan. Di sinilah sifat itsar (mendahulukan saudara) kita diuji. Sebaik-sebaik sifat itsar adalah yang seperti dilakukan oleh kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin sebagaimana diabadikan dalam QS. Al Hasyr : 9 berikut ini. "Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Lupa tinggalkan komentarnya yah.....