Kamis, 01 Desember 2011

...I S T I Q O M A H...

Berat...
Mungkin itu yang dirasakan sebagian bahkan semua orang yg tidak sanggup lagi berjalan dengan sebuah komitmen jangka panjang... (menurut saya)..

Saya manusia biasa.. saya butuh kebebasan.. saya tak suka disini.. Ekspresiku terasa dikekang... 

huffhhhttt..... Tak ada yang salah dengan kata "Manusia" kawan, kita semua manusia biasa, hanya Rasulullah SAW lah manusia yang dimuliakan oleh Allah... begitupula dengan sebuah makna"Kebebasan"...

Apakah perlu pembenahan cara berpikir kita tentang sebuah makna kebebasan dan hak azasi manusia??

ahhh sudahlah, saya tak punya hak menentukan salah atau tidak, saya bukan hakim bukan pula Tuhan yang bisa mengadili dan menjatuhkan vonis.. Saya hanya tersadar kalau berpegang teguh dengan Prisnsip2 Rabbani (ISTIQOMAH) itu berat...

Bisa karena alasan2 diatas, atau bisa juga karena kenikmatan dan kesibukan dunia yang semakin membuat manusia terlena jauh dari Allah dan lain lain wallahu'alam bishawwab.. 

Allah Maha penggenggam  dan Maha pembolak-balik hati.. Allah pula yg memberikan dan mencabut Hidayah kepada SIAPA SAJA YG DIKEHENDAKINYA... Allahu Akbar...

Dan dari Wabishah bin Ma'bad r.a. berkata, Aku telah datang kepada Rasulullah maka beliau bersabda:" Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebaikan? Aku menjawab "Benar". Beliau bersabda:" Mintalah fatwa dari hatimu, kebaikan itu adalah apa-apa yang jiwa dan hati tentram padanya. Dan dosa itu adalah apa-apa yang mengusik dalam jiwa dan ragu-ragu dalam hati, walaupun orang-orang memberikan fatwa padamu untuk membenarkannya."(ini adalah Hadits Hasan yang diriwayatkan tersebut di dalam Musnad dua imam Ahmad bin Hanbal dan Ad Darimi dengan sanad hasan).

lagi... "Hati"... hadist diatas diperkuat dengan sabda Rasullullah SAW..
“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila daging itu baik maka baiklah tubuh manusia itu, akan tetapi bila daging itu rusak maka rusak pula tubuh manusia. Ketahuilah bahwa sesungguhnya segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Bukhari-Muslim)
"BERJATUHAN DI JALAN DAKWAH" adalah sebuah sunnatullah, yang bertahanlah yang tetap melanjutkan perjalanan.. namun bukan berarti yang bertahan jauh lebih baik.. tidaakk.. Tapi dalam kebersamaan ada kekuatan.. Itulah yang menjaganya..

Saatnya perkuat doa dan menjaga serta menata kembali hati ini..

YA ALLAH TETAPKAN KAMI DALAM AGAMAMU dan ISTIQOMAHKAN KAMI..

Malam Jum'at, 1 Desember 2011... suasana tenang dan hening.. 

1 komentar:

  1. semoga senantiasa saling mengingatkan disetiap doa rabitha qt ^_^

    BalasHapus

Jangan Lupa tinggalkan komentarnya yah.....